Legenda Mitos Tradisional Jepang !

MiTosuNik | Poker Pelangi - Kalian yang suka didongengin oleh orangtua kalian, pastinya tahu beberapa kisah legenda dari Jepang ini. Sebagian anak-anak kecil diJepang didongengkan cerita mitos Jepang ini agar mereka tahu dan bertumbuh menjadi seorang yang hebat.


1 | Momotaro


Momotaro adalah cerita rakyat Jepang yang mengisahkan anak laki-laki super kuat bernama Momotaro yang pergi membasmi raksasa.

Diberi nama Momotaro karena dia dilahirkan dalam buah persik (momo), sedangkan "Taro" adalah nama yang umum bagi anak laki-laki di Jepang.

Dari nenek, Momotaro mendapat bekal kue kibidango. Diperjalanan, anjing, monyet, dan burung pegar ikut bergabung sebagai pengikut Momotaro karena diberi kue.

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang kakek dan nenek yang tidak dikaruniai anak. Ketika nenek sedang mencuci di sungai, sebutir buah persik yang besar sekali datang dihanyutkan air dari hulu sungai.

Buah persik itu dibawanya pulang kerumah untuk dimakan bersama kakek. Dipotongnya buah persik itu, tapi dari dalamnya keluar seorang anak laki-laki. Anak itu diberi nama Momotaro dan dibesarkan kakek dan nenek seperti anak sendiri.

Momotaro tumbuh sebagai anak yang kuat dan mengutarakan niatnya untuk membasmi raksasa. Pada waktu itu memang di desa sering muncul para raksasa yang menyusahkan orang-orang desa.

Momotaro berangkat membasmi raksasa dengan membawa bekal kue kibidango. Ditengah perjalanan menuju pulau raksasa, Momotaro secara berturut-turut bertemu dengan anjing, monyet, dan burung pegar.

Setelah menerima kue dari Momotaro, anjing, monyet dan burung pegar menjadi pengikutnya. di Pulau Raksasa, Momotaro bertarung melawan rakasa dengan dibantu hewan-hewan tersebut.

Momotaro menang dan pulang membawa harta milik sang raksasa.

2 | Kintaro



Untuk kisah yang satu ini adalah tokoh cerita rakyat Jepang berupa anak laki-laki bertenaga superkuat. Ia digambarkan sebagai anak laki-laki sehat yang memakai rompi merah bertuliskan aksara kanj.

Ditangannya, Kintaro membawa kapak (Masakari) yang disandarkan ke bahunya. Ia juga kadang digambarkan sedang menunggang beruang.

Cerita Kintaro dikaitkan dengan perayaan hari anak laki-laki di Jepang. Kintaro menjadi tema boneka bulan lima yang dipajang untuk merayakan Hari Anak-anak.

Orangtua yang memajang boneka Kintaro berharap anak laki-lakinya tumbuh sehat, kuat dan berani seperti Kintaro. Selain itu, Kintaro sering digambarkan menunggang ikan koi pada Koinobori.

Cerita Kintaro konon berasal dari kisah masa kecil seorang samurai bernama Sakata Kintoki dari zaman Heian. Menurut legenda, ibunya adalah seorang Yamauba (Wanita dari Gunung atau Yamamba) yang hamil akibat perbuatan dewa petir Raijin.

Kisah lain mengatakan ibunya melahirkan bayi Kintaro dari hasil hubungannya dengan seekor naga mereka.

Mirip cerita Herculus ya ??

3 | Tamamo No Mae



Tokoh legendaris dalam mitologi dan cerita rakyat Jepang. Dalam Otogizoshi, kumpulan prosa Jepang ditulis selama periode Muomachi, Tamamo-No-Mae diceritakan sebagai selir Kaisar Konoe yang bertahta dari tahun 1142 hingga 1155.

Ia dikatakan sebagai wanita paling cantik dan pintar di Jepang. Tubuh Tamamo-No-Mae secara misterius mengeluarkan bebauan yang harum dan pakaiannya tidak pernah lusuh dan kotor.

Tamamo-no-Mae tidak hanya cantik, tetapi ia berpengetahuan luas dalam berbagai bidang ilmu. Walaupun ia terlihat baru berusia dua puluh tahun, tak ada pertanyaan yang tidak dapat dijawabnya.

Setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya dapat ia jawab, mulai dari mengenai musik hingga agama dan astronomi. Kecantikan dan kecerdasannya membuat setiap orang di Istana Kekaisaran Kagum dengannya.

Kaisar Konoe mencurahkan semua cintanya kepada Tamamo-no-Mae hingga pada suatu waktu, kaisar tiba-tiba jatuh sakit secara misterius. Kaisar berkonsultasi dengan sejumlah besar bhiksu dan peramal untuk mencari penyebab penyakit yang dideritanya.

Namun tidak ada satupun dari mereka yang memiliki jawabannya. Pada akhirnya, seorang peramal bintang bernama Abe no Yasuchika mengatakan kepada kaisar bahwa penyebab penyakitnya adalah Tamamo-no-Mae.

Yasuchika menjelaskan bahwa Tamamo-no-Mae adalah seekor Kitsune berekor sembilan yang menjelma menjadi wanita yang muda nan cantik dan juga pintar.

Majikannya adalah seorang Daimyo jahat yang sengaja membuat kaisar sakit agar dapat merebut tahta kaisar. Setelah mengetahui dirinya diincar, Tamamo-no-Mae menghilang dari istana.

Kaisar memerintahkan panglima perang terkuat waktu itu, Kazusa-no-suke dan Miura-no-suke untuk memburu dan membunuh rubah (Kitsune) jadi-jadian itu. Setelah sempat berhasil menghindar dari para pemburu, kitsune muncul dalam mimpi Miura-no-suke dalam wujud Tamamo-no-Mae yang cantik. Kitsune tahubahwa dirinya akan dibunuh oleh Miura-no-suke pada eesokkan harinya dan memohon agar nyawanya diampuni kali itu.

Tapi, Miura-no-suke menolak !

Pagi keesokkan harinya, para pemburu menemukan rubah di Dataran Rendah Nasu. Miura-no-suke memanahnya hingga makhluk ajaib itu terbunuh. Tubuh rubah berubah menjadi Batu Pembunuh (Sessho-seki) yang dapat mencabut nyawa siapapun yang menyentuhnya. Arwah Tamamo-no-Mae berubah wujud menjadi Hoji dan menghantui batu tersebut.

Menurut legenda, batu di Nasu terus dihantui oleh Hoji hingga diusir oleh seorang bhiksu bernama Genno. Hoji mengancam Genno ketika bhiksu itu sedang beristrirahat didekat Batu Pembunuh.

Genno melakukan ritual pengusir hantu dan memohon agar Hoji mau diselamatkan. Hoji akhirnya menyerah dan bersumpah tidak akan menghantui batu itu lagi.

4 | Urashima Taro



Legenda Jepang tentang seorang nelayan bernama Urashima Taro. Ia diundang ke Istana Laut (Istana Ryugu) setelah menyelamatkan seekor penyu.

Dalam catatan sejarah Provinsi Tango (Tango no kuni fudoki) terdapat cerita berjudul Urashima no ko tapi menceritakan tentang delapan bidadari yang turun dari langit. Selain itu, kisah Urashima Taro disebut dalam Nihon Shoki dan Man Yoshu.

Cerita yang sekarang dikenal orang adalah versi Otogizoshi asal zaman Muramachi. Seperti lazimnya cerita rakyat, berbagai daerah di Jepang masing-masing memiliki cerita versi sendiri tentang Urashima Taro.

Kehidupan Urashima Taro di Istana Laut seperti diceritakan dalam Otogizhoshi dianggap tidak cocok untuk anak-anak, sehingga dipotong ketika dijadikan cerita anak.

pada tahun 1910, Kementerian Pendidikan Jepang memasukkan cerita Urashima Taro kedalam buku teks resmi bagi murid kelas 2 sekolah dasar dan terus bertahan dalam buku teks selama 40 tahun.

Legenda Urashima Taro Sebenarnya



Legendanya sesungguhnya menceritakan tentang seorang nelayan bernama Urashima Taro yang diundang ke Istana Laut dan menikah dengan putri Otohime.

Urashima Taro masih memiliki ayah dan ibu yang harus dijaganya, sehingga ia mengurungkan niatnya untuk pulang kedunia asalnya. Urashima Taro sempat tertangkap karena hendak pergi, namun akhirnya di bebaskan agar pulang kedunianya.

Pesta meriah selama 3 hari itu tidak membuat Urashima Taro menetap, akhirnya dia pun balik.

Sesampainya di dunia asalnya, dia terkejut, karena penampilan dusanya berbeda. Dia akhirnya menuju kerumahnya dan sangat kaget karena ibu dan ayahnya tidak ada dan rumahnya ditinggali orang asing.

Urashima Taro lalu dikerubungi dan ditanya oleh penduduk sekitar. Siapa kamu ? Seperti engkau bukan berasal dari desa ini, terlebih gaya pakaianmu seperti ketinggalan zaman tanya penduduk desa.

Urashima Taro langsung saja menyebutkan namanya, dan penduduk desa lalu tertawa-tawa terbahak-bahak.

Mana mungkin kau Urashima Taro, memang nama itu dulu ada didesa ini. Tapi kisahnya sudah tertulis dalam sejarah desa sejak 300tahun lalu dan ia adalah leluhur kami ungkap penduduk desa.

Urashima taro kebingungan dan mengatakan bahwa ia pergi hanya tiga hari dari deesa, mana mungkin waktu bisa berlalu selama 300tahun? itu sangat aneh dan mustahil.

Akhirnya Urashima Taro memutuskan untuk kembali ke Istana Laut dan menemui istrinya. Namun dia tidak tahu cara untuk kembali ke Istana Laut.

Ia teringat sesuatu pemberian dari Otohime istrinya, yaitu sebuah kotak yang tidak boleh dibukanya apabila sudah sampai di dunia sana terkecuali kalau memang terdesak.

Dia pun berpikir bahwa sekarang adalah waktu yang terdesak, akhirnya ia pun membuka kotak tersebut.

Sebias cahaya keluar dari kotak tersebut, Urashima Taro yang memiliki wajah rupawan, dengan kumis kecil dan juga perawakan yang sangat gagah, seketika menjadi keriput dan tubuhnya membungkuk dan kumisnya pun memanjang.


Urashima Taro terkutuk menjadi seekor udang dan akhirnya mati dipantai tersebut. Karena itulah desa itu sampai sekarang masih dipenuhi oleh udang-udang yang menjadi penghidupan nelayan-nelayan desa tersebut.

Apakah kalian memiliki cerita legenda lainnya ? Kalau ada kalian bisa tulis di komentar ya teman-teman.

(Phalkon) JUDI BOLA | TOGEL ONLINE

BACA JUGA :



 →→→  www.GOLDENQQ.club  ←←←




1. Bonus Rollingan 0.3% 
2. Bonus Referral 15% 
3. Min Depo & WD Sangat Terjangkau Rp. 20,000

8 Games Dalam 1 User ID :
Bandar Poker | Poker | Adu-Q | Bandar-Q | Domino99 | Capsa Susun | Sakong | Bandar66

Bandar Poker Online Terpercaya | Bandar Poker Online | Agen Poker Online | Poker Online Terpercaya | Poker Uang Asli | Agen BandarQ Online | Agen Bandarq | Agen Domino Online |

Disupport Oleh :
1. LiveChat 24 Jam Online
2.Customer Service Yang Ramah
3. Support 5 Bank Ternama dan Terbesar Di Indonesia
4. Proses Depo & WD Cepat
5. Setiap Hari Tersedia Ribuan Meja & Member / Player Yang Bermain
6. 100% NO ROBOT / ADMIN

Untuk Info Bonus Lebih Lengkap Silahkan Hubungi Customer Service Kami Di :
LiveChat : www.GOLDENQQ.club
BBM : 2BE6505E
HP : +85516789420
WECHAT : GOLDENQQ1
SKYPE : GOLDENQQ1
FB : GOLDEN99

→→→  www.GOLDENQQ.club  ←←←

Legenda Mitos Tradisional Jepang ! Legenda Mitos Tradisional Jepang ! Reviewed by Meland Chiaw on 3:37 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.
Agen Bandarq
Banner iklan disini